Pengap terasa, sesak napasku
Hingar bingar suaranya, menyeruak telinga
Sorot tajam tatapnya kuat menghujam
Inilah batu dan kerikil rupanya
Terpejam aku
Hendak mengadu, tiada lepas beradu
Suara lirih rintihku, hanya Dia yang tahu
Ayah…
Tak pernah enggan menopang bahuku
Atau sekedar tempat bersandar lemahnya tubuh
Ibu…
Mengusap tangis di pelupuk mata
Senyum lembut mendekap gundah hatiku
Di antara tangis sendu dan gejolak pikir ini
Bergeliyat keyakinan menyusup sela lubuk hati
Lebih hangat menenangkan
Seolah bayang sosok yang muncul di hadapku
Lantas tersenyum dan bergumam
Tiada yang salah untuk merengkuh hijrahmu
Dan untukNya
Engkau mulia dengan menutup auratmu