Ketika mendengar istilah biologi, yang kita bayangkan adalah ilmu dengan ruang lingkup yang cukup luas. Pada dasarnya, Biologi itu mempelajari tentang makhluk hidup beserta dengan lingkunga yang memiliki kaitan erat dengannya. Pembelajaran tidak berhenti dengan teori semata, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai macam penelitian. Dengan cakupan ilmu yang luas inilah, banyak dari kita yang merasa enggan untuk mempelajari ilmu Biologi
Dengan obyek kajiannya yang berupa makhluk hidup dan lingkungannya, biologi akan terus dipelajari selama kehidupan itu masih ada. Banyak hal dalam kehidupan yang masih menjadi misteri dan diperlukan adanya suatu penelitian. Penelitian-penelitian yang dilakukan itu yang akan memajukan suatu bangsa.
Padahal, biologi mengambil peran cukup penting dalam membawa perubahan bagi kemajuan bangsa. Dalam hal ini, diperlukan adanya inovasi atau pembaruan dalam ilmu Biologi, yang kemudian meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyrakat Ekonomi Asean (MEA). Lantas, mengapa kita memerlukan inovasi dalam bidang biologi? Tentu inovasi ini akan membawa manfaat yang sangat banyak. Sebagai contoh dalam pasar dunia, negara Indonesia dan negara lainnya bersaing untuk menjual satu jenis barang yang sama, misalnya beras. Jika Indonesia tidak meningkatkan kualitas dari beras tersebut, maka bisa dipastikan beras asal Indonesia tidak akan bisa laku di pasar dunia. Oleh karena itu, perlu adanya ilmu Biologi untuk memperbaiki kualitas dari beras yang akan diekspor agar bisa setara atau bahkan bersaing dengan produk dari negara lain.
Manfaat lainnya adalah inovasi di bidang Biologi dapat meningkatkan kesejahteraan manusia. Sebab, dalam ilmu Biologi telah dikembangkan ilmu terapan seperti bioteknologi. Bioteknologi yang berkembang saat ini sudah mencakup berbagai ruang lingkup seperti kedokteran, pertanian, industri, dan lain sebagainya. Misalnya, dalam dunia kedokteran, adanya vaksin terhadap suatu penyakit tertentu memungkinkan angka kematian dapat dikurangi secara signifikan.
Dalam bidang pertanian, penerapan ilmu biologi juga sangat bermanfaat bagi petani. Mereka dapat meningkatkan kualitas tanaman yang dibudidayakan. Bahkan, dengan bioteknologi, dapat dikembangkan bibit yang unggul dan tahan penyakit. Dengan demikian, kita juga dapat memperbaiki ketahanan pangan di negara Indonesia. Contoh lainnya seperti mengetahui cara menanam yang tepat, waktu tanamnya, cara pengolahannya dan cara membasmi hama tanaman. Meskipun, hama akan menjadi resisten terhadap pestisida sebagai dampak penggunaan pestisida/pembasmi hama.
Selain itu, dalam menghadapi MEA ini, inovasi juga perlu dilakukan dalam metode pembelajaran biologi juga perlu dilakukan. Bagaimana mungkin membentuk ahli-ahli biologi tanpa adanya kualitas yang baik. Model pembelajaran yang dilakukan sebaiknya yang lebih baik dan menyenangkan, seperti menggunakan video dalam menjelaskan suatu materi. Para tenaga pendidik harus berupaya menciptakan gaya mengajar yang mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap biologi.
Ilmu biologi akan terus berkembang pada arus globalisasi yang semakin terbuka ini. Dengan mudahnya mengakses informasi, generasi muda haruslah mampu memanfaatkan hal tersebut. Mereka dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi atau penemuan baru dalam bidang biologi. Dalam hitungan detik pun, mereka bisa saja mengakses jurnal-jurnal ilmiah internasional yang mungkin menjad suatu ide baru yang nantinya dapat diaplikasikan di Indonesia. Mereka juga perlu untuk terus melakukan inovasi terbaru guna menyokong Indonesia dalam bersaing di dunia Internasional.