Dalam gumam bibir di ujung senja itu
Terlukis raut wajah sendumu meredup
Dua binar mata menunduk sayu
Habis masamu
Perempuan renta pembenci senja
Di bawah lampu jalan pinggiran kota
Himpunan kisah kau perdengarkan
Katamu, malam tak seramah dulu
Tiada lagu romantis pengiring keheningan malam
Hanya deru mesin yang menderu menunggu pagi
Gurat wajah dan lekuk nadi di tanganmu
Saksi bisu kerasnya merengkuh cita